E-Banjar Tegallinggah/ Sanggar Telematika
Bersinergi dengan Lembaga Lain mewujudkan “ Telecenter di tingkat Desa “
Pemberdayaan Masyarakat Yang Berbasis TI ( Teknologi Informasi ).
Klo orang Pariwisata / Pelaku Pariwisata berbicara selalu tentang alam yang indah, semilir angin mendesir, kesejukan alam Pegunungan, keramahan orang Bali dan lain-lain yang selalu memukau dan membuat setiap wisatawan terpaku akan cerita tersebut.
Coba kalau anak-anak muda / kita berbicara, mendiskusikan tentang Desa , apa yang akan terlintas dibenak persepsi kita, mungkin biasa kita punya persepsi tentang hal-hal yang sifatnya kurang baik, apalagi muncul berita perkelahian antar warga banjar, kesepekang, dan segudang cerita lainnya yang kurang mengenakkan hati.
Sesungguhnya apa sih masalah-masalah krusial yang ada dilevel grass root / akar rumput, Hal ini tidak bisa dilepaskan perjalanan / perkembangan dari banjar yang tanpa sadar mereka dihadapkan pada perubahan-perubahan yang terjadi baik yang bersifat Lokal maupun Global.
Masalah :
- Di Banjar , di Desa juga di Pemerintahan, asyik membangun phisik, penguatan SDM ( Sumber Daya Manusia hampir minim sentuhan.
- Kelembagaan yang ada di Desa bentukan Pemerintah, banyak yang tumpang tindih tidak bersinergi, asal dibentuk, tidak dipikirkan keberlanjutannya,
- Image Tentang Desa identik kemiskinan, keterbelakangan,dan kurang memiliki masa depan.
Kira-kira seperti itu masalahnya, terus kita sekarang mau Bagaimana…?
Dari beberapa permasalahan diatas dan persepsi yang sudah terbentuk, setidaknya kita bisa mengurai beberapa permasalahan, sekaligus mencari solusi , yang mana salah satu yang akan kami angkat adalah mendekatkan Teknologi Infprmasi dengan Masyarakat, agar secara pelan-pelan mereka bisa memahami dan memanfaatkan teknologi secara benar.
Program yang coba akan kami kembangkan, seperti tema diatas, bagaimana Sanggar Telematika/ e-banjar bisa dikembangkan perannya, memperluas diri menjadi lembaga Telecenter yang memiliki peran Pemberdayaan Terpadu yang berbasis TI ( Teknologi Informasi ).
Secara umum program ini bertujuan meningkatkan akses dan kapasitas komunitas Masyarakat Desa yang konotasi Mayoritas merupakan Petani pedesaan dalam menopang pengembangan usaha dan solidaritas sosial. Dalam pelaksanaan nantinya lembaga CTC akan bersinergi dengan Sanggar Telematika menjadi Lembaga yang mempasilitasi keberadaan Masyarakat dan menjadi Lembaga Pendamping mengarah nantinya terwujudnya Telecenter dalam memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi khususnya Petani, dan Lapisan masyarakat lainnya khususnya menjembatani Informasi khususnya masalah yang paling krusial yaitu tentang informasi Benih, Produksi dan Pasar yang nantinya bisa bersinergi dengan Dinas/ Instansi terkait.
Permasalahan ketidakberdayaan Masyarakat, khusunya komunitas petani di wilayah Desa, Kabupaten Karangasem ,hampir terjadi diseluruh Wilayah Indonesia , khusus di Wilayah Karangasem yang mendapat Predikat Kabupaten miskin dan Tertinggal, yang mana secara geografis letak wilayah diujung Timur Pulau Bali, yang disebut Mutiara dari Timur Pulau Bali yang tidak kena lintasan jalur lalulintas Propinsi, hal ini praktis mengakibatkan product-product pertanian atau product lainnya seperti Handycraft agak kesulitan mencarikan celah terobosan Pasar. Kemiskinan ini juga banyak dipengaruhi oleh kondisi kemiskinan informasi dan Miskin Promosi karena rendahnya kapasitas dan akses pada penggunaan sarana dan prasarana teknologi informasi.
Profesi Petani menjadi suatu Profesi yang tidak menarik bagi Generasi muda, disamping identik dengan kemiskinan, kondisi kotor, tidak punya masa depan dan tidak punya Gengsi/ kebanggaan. Karena persepsi yang terbentuk seperti itu anak muda meninggalkan Desanya ke Kota, tidak mau berfrofesi sebagai Petani, kalaupun di Desa belum bekerja lebih baik dan lebih bergengsi mereka menjadi Pengangguran. Lantas kedepannya siapa yang akan mengolah lahan Pertanian ….. ???? dan menjadi Petani dinegeri ini ….????
Program CTC dengan fungsi Terpadu ini diharapkan akan memberikan kontribusi peningkatkan kapasitas dan akses komunitas petani pedesaan Kabupaten Karangasem pada penggunaan TI dalam pemenuhan kebutuhan informasi dasar seperti pertanian, pendidikan, kebijakan public, pelayanan sosial, kesehatan dan lain-lain secara cepat dan murah melalui pelayanan internet, email. Meningkatkan solidaritas sosial antar petani yang berdampak pada penguatan posisi tawar petani dan memperkuat jalinan kerjasama dengan beragam stakeholders (komunitas, sektor private dan public). CTC di Kabupaten Karangasem yang mengambil Percontohan/ Pilot Project di Desa Tegallinggah Kec Karangasem , akan menjadi media pembelajaran dan komunikasi antar petani yang dapat mendorong munculnya kesadaran untuk meningkatkan solidaritas antar petani di tingkat Desa, kecamatan. Lebih luas lagi.
Permasalahan komunitas pertanian yang paling urgent adalah lemahnya posisi tawar mereka terhadap informasi harga pasar dan mata rantai perdagangan dari petani ke konsumen yang relatif panjang (petani – tengkulak desa – Pengepul – Pasar Konsumen). Kombinasi dari permasalahan tersebut berdampak pada rendahnya posisi tawar petani terhadap nilai jual harga hasil pertanian. Dengan memanfaatkan Teknologi Informasi setidaknya akan menjawab kemiskinan Informasi, Pencitraan Perfomance Petani/ Image Petani. Disamping itu juga memberikan manfaat dalam memperluas komunikasi, jaringan dan pengembangan wawasan dan pengetahuan baik dalam bidang pertanian, pendidikan (e-learning), kesehatan (e-medicine), pengembangan usaha (e-commerce), tata pemerinahan dan kebijakan (e-government) dan lain-lain bagi komunitas pertanian (pengurangan kemiskinan informasi).
Didalam mewujudkan program ini, kami mencoba bersinergi dengan beberapa pihak, termasuk mendekati beberapa Dinas / Instansi, dan komponen masyarakat lainnya. Ataupun kebetulan bapak/ ibu yang punya idealisme dan punya kepedulian untuk pemberdayaan Masyarakat Desa bisa memberikan masukan atau informasi, kalau ad Ide seperti ini bagaimana kita bisa mewujudkan dan menggerakkan dengan berbagai kendala dan sumber daya yang tersedia.
Klo ada masukan silahkan berikan comentar di rubrik ini, atau bisa email langsung ke Prusugi@balesekaa.com, atau prusugi@gmail.com.
Tegallinggah, Karangasem – bali.
Komang Sugiarta.